asa itu tetap hidup dalam sanubari

ada bayang yang tak pernah pergi
ada nama yang selalu mendiami serta
seutas wajah yang menerangi pada hati
bangkitkan semangat diri tuk lalui hari-hari


meski ku tahu bagiku tak kan
mungkin lagi ada dirimu
tetap saja kubiarkan engkau
mendiami seluruh taman asa
diantara kuntum bunga mawar
yang pernah ada diantara kita
merekah indah diantara harap dan nyata

ada keyakinan yang tak terbeli
oleh ribuan hari-hari penantian hati
susuri hidup..walau tertatih
seorang diri dan kau tetap disana
diami sudut paling sunyi dan suci

t, NBY...

adakakah kembali masa itu

Menggamit Sukmamu desahku menggamit sukmamu
tidakah engkau rasakan sentuhan lembutnya
tidakkah terusik naluri sukmamu
tiadakah engkau ulurkan jemari hatimu
gamitlah jemari hati ini
dekaplah sebagai aku mendekap malam
sukmamu hangat engkau rasa terbuai damai berteman mimpi indah
terayun ayun aku ingin merasakan sentuhan kasihmu jua
menenangkan sukma jiwa sanubariku nan dahaga AR 15 Agustus 2009


LAMPAH (PERJALANAN)
itu danau belerang hangat airnya jernih nan bening
sebening hatiku kala itu putih padasnya seputih jiwaku
meski sunyi tajam padasnya setajam naluri dan pikiranku
desah angin hutan semilir seirama napasku meski galau ... lesu ... kelelahan ... kepak kepak sayapku melemah kusandarkan pada alam nan damai
membuai sanubariku lelap sekejap ...
bugar jasmani ini tapak kecil melangkah lagi ...
indahnya karunia Mu ...

adakah kembali masa itu ...
menjengkali alamu ...
ada riang senyum walau mengambang
ada benih mengembang tak tersirami syahdu bunga
bunga yang kuncup dihati
kelok jalan menggapai senja alam
sumringah bertahta lembayung senja
mulai merangkak mengapai malam memerah ...
mentari di ufuk barat tenggelam ...
peluh peluh mulai kering tersaput angin
sejuk merayap meniti malam desah itu menggelombang lembut ...

AR 15 Agustus 2009